Sebagai orang Marketing atau Sales, kata Distribusi sudah pasti bukanlah sesuatu yang asing atau baru untuk didengar. Distribusi ini sendiri adalah suatu aktivitas menyalurkan barang dari Produsen/Perusahaan pembuat produk hingga ke tangan Konsumen dengan cara, harga, waktu serta aturan-aturan yang ditetapkan oleh Produsen. Tujuan utama dari Distribusi adalah memastikan bahwa produk yang dibuat oleh produsen bisa sampai ke tangan konsumen secara efektif dan efisien, karena sebaik apapun produk yang dibuat oleh produsen, serta se-kreatif apapun strategi pemasaran yang dijalankan oleh produsen, namun, jika tidak didukung oleh strategi distribusi yang bagus, maka semua upaya dan daya yang dilakukan oleh produsen akan sia-sia.
Mengapa? Kembali lagi ke tujuan utama distribusi diatas, yaitu untuk memastikan bahwa barang/jasa yang diproduksi dapat ter-deliver ke konsumen yang dituju. Untuk dapat mendistribusikan suatu produk, produsen tidak hanya membutuhkan sumber daya yang kompeten, tetapi juga dibutuhkan waktu, modal, serta infrastruktur yang mampu menunjang proses distribusi secara efektif dan efisien, tanpa harus mengganggu proses operasional harian produsen, khususnya proses inti produsen [core process].
Oleh karena itu, distribusi dapat juga dikatakan sebagai salah satu aktivitas yang sangat vital yang harus diperhatikan oleh perusahaan, khususnya perusahaan yang memproduksi kebutuhan pokok sehari-hari [FMCG/Fast Moving Consumer Goods] atau perusahaan yang cenderung memproduksi barang dalam skala besar/massive production. Jika kita melihat industri-industri seperti FMCG atau operator telekomunikasi, biasanya mereka cenderung memiliki kekuatan distribusi yang sangat kuat untuk menunjang aktivitas produksi mereka yang skalanya juga cukup besar. Proses distribusi mereka pun biasanya cenderung dipisahkan dari proses inti perusahaan, tujuannya adalah agar aktivitas distribusi tidak mengganggu core process perusahaan.
Mari kita ambil contoh: Unilever merupakan perusahaan yang bergerak di industri FMCG atau perusahaan yang memproduksi barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari, seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampoo, dan masih banyak lagi jenis produk yang mereka buat, dimana produk-produk tersebut dapat dengan mudah kita jumpai, baik di kota-kota besar, maupun juga di toko-toko kelontong yang ada di kota-kota kecil. Hal ini menunjukkan, meskipun basis perusahaan Unilever berada di Jakarta, serta pabrik-pabriknya tersebar di berbagai kota di Indonesia, namun mereka memiliki kekuatan distribusi yang cukup kuat, yang mampu menghadirkan produk-produk mereka dimanapun konsumen berada.
Proses dasar distribusi ini pun sebenarnya tidaklah terlalu rumit. Produsen mencetak barang/produk, lalu barang yang sudah jadi tersebut kemudian dikirim ke saluran-saluran distribusi produsen [supermarket, minimarket, hypermarket, warung dan/atau pasar] yang ada di kota-kota, bahkan hingga ke pelosok desa dengan menggunakan alat transportasi darat, laut atau udara. Sembari produk dikirimkan, produsen biasanya memperkuat image produk mereka dengan cara menggencarkan aktivitas promosinya, baik melalui media elektronik, seperti televisi, radio, dan bahkan internet, serta juga media cetak (koran & majalah), sehingga konsumen pun mengetahui serta memiliki pengetahuan yang cukup akan produk-produk yang dibuat oleh perusahaan, dan pergi membeli ke toko atau warung berbekal informasi yang sudah mereka dapatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Melihat arti pentingnya distribusi bagi perusahaan, hingga kini tidak sedikit perusahaan-perusahaan baru yang muncul, yang memfokuskan usahanya di area distribusi. Sebutlah perusahaan seperti Panamas [distributor rokok], Anugrah Argon Medika [distributor obat-obatan], Tiga Raksa dan masih banyak lagi perusahaan-perusahaan lainnya yang tujuan utama pendiriannya adalah untuk mendistribusikan barang atau jasa yang diproduksi oleh produsen. Sifat kepemilikan [ownership] dari distributor ini pun cukup beragam: ada yang memang didirikan sebagai bagian dari perusahaan induk [sebagai anak perusahaan], dimana fokus utamanya hanyalah untuk menunjang proses distribusi produsen dan mayoritas barang yang didistribusikan adalah barang-barang yang diproduksi oleh si produsen. Namun, ada juga yang pendiriannya tidak terkait dengan produsen manapun [independen], tetapi memiliki jumlah pelanggan yang cukup banyak, serta memiliki jam terbang, kompetensi dan infrastruktur yang cukup baik untuk menunjang aktivitas pendistribusian barang-barang milik produsen yang menjadi pelanggan mereka. Inilah sebabnya mengapa distribusi saat ini juga ikut diperhitungkan sebagai penentu kemenangan perusahaan dalam bersaing di era kompetisi yang semakin ketat.
http://articleinside.blogspot.com/2010/09/distribusi.html
Tampilkan postingan dengan label 5. Place. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5. Place. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Oktober 2010
Distribusi
1. Pengertian Distribusi
Anda pasti pernah melihat seseorang yang memikul barang tertentu untuk ditawarkan kepada pembeli, contoh seperti tukang sayur, tukang bakso. Kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut merupakan kegiatan distribusi.
Distribusi artinya proses yang menunjukkan penyaluran barang dari produsen sampai ke tangan masyarakat konsumen. Produsen artinya orang yang melakukan kegiatan produksi. Konsumen artinya orang yang menggunakan atau memakai barang/jasa dan orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani kegiatan produksi dan konsumsi. Berkat distribusi barang dan jasa dapat sampai ke tangan konsumen. Dengan demikian kegunaan dari barang dan jasa akan lebih meningkat setelah dapat dikonsumsi.
Dari apa yang baru saja diuraikan, tampaklah bahwa distribusi turut serta meningkatkan kegunaan menurut tempatnya (place utility) dan menurut waktunya (time utility).
2. Fungsi Distribusi
Distribusi sangat dibutuhkan oleh konsumen untuk memperoleh barang-barang yang dihasilkan oleh produsen, apalagi bila produksinya jauh. Anda dapat melihat barang yang tidak dihasilkan di daerah Anda tapi sekarang ada di tempat tinggal Anda.
Ada pun kegiatan yang termasuk fungsi distribusi terbagi secara garis besar menjadi dua.
a. Fungsi Distribusi Pokok
Yang dimaksud dengan fungsi pokok adalah tugas-tugas yang mau tidak mau harus
dilaksanakan. Dalam hal ini fungsi pokok distribusi meliputi:
Anda bisa melihat dari gambar di samping ada resiko yang mungkin terjadi dari memikul barang tersebut. Barang itu bisa jatuh dan pecah, maka rusaklah barang yang akan didistribusikan tersebut. Hal ini mungkin saja terjadi pada kegiatan distribusi, maka seorang distributor tentunya akan menanggung resiko. Pada jaman sekarang untuk menanggung resiko yang muncul bisa dilakukan kerjasama dengan lembaga/perusahaan asuransi.
b. Fungsi Tambahan
Distribusi mempunyai fungsi tambahan yang hanya diberlakukan pada distribusi barang-barang tertentu. Fungsi tambahan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.
Anda tentunya pernah mendengar atau menyaksikan iklan Rinso. Tentunya dengan adanya iklan tersebut Anda mendapatkan informasi mengenai produk sabun Rinso.
Untuk memberi kepuasan yang maksimal kepada konsumen, produsen perlu memberi informasi secukupnya kepada perwakilan daerah atau kepada konsumen yang dianggap perlu informasi. Informasi yang paling tepat bisa melalui iklan.
3. Sistem Distribusi
Pengertian sistem distribusi adalah pengaturan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sistem distribusi dapat dibedakan menjadi:
a. Sistem distribusi jalan pendek atau langsung
Adalah sistem distribusi yang tidak menggunakan saluran distribusi. Contoh distribusi sistem ini adalah penyaluran hasil pertanian oleh petani ke pasar langsung.
Bagan sistem distribusi ini sebagai berikut.
b. Sistem distribusi jalan panjang atau tidak langsung
Adalah sistem distribusi yang menggunakan saluran distribusi dalam kegiatan distribusinya biasanya melalui agen. Contoh: motor, mobil, TV.
Bagan sistem distribusi tidak langsung.
4. Saluran Distribusi
Pengertian dari saluran distribusi atau perantara distribusi adalah sebagai orang atau lembaga yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen sampai ke tangan konsumen dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.
Saluran distribusi dapat kita bedakan menjadi dua golongan lembaga distribusi, yaitu pedagang dan perantara khusus.
a. Pedagang
Pengertian pedagang adalah seseorang atau lembaga yang membeli dan menjual barang kembali tanpa merubah bentuk dan tanggungjawab sendiri dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.
Pedagang dibedakan menjadi:
Sama halnya dengan pedagang, kegiatan perantara khusus juga menyalurkan barang dari produsen sampai ke tangan konsumen. Bedanya perantara khusus tidak bertanggungjawab penuh atas barang yang tidak laku terjual. Perantara khusus meliputi:
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan distribusi
Pada bahasan terakhir ini akan dibahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan distribusi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan distribusi meliputi:
http://balaipustaka.wordpress.com/2009/03/15/pengertian-distribusi/
Anda pasti pernah melihat seseorang yang memikul barang tertentu untuk ditawarkan kepada pembeli, contoh seperti tukang sayur, tukang bakso. Kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut merupakan kegiatan distribusi.
Distribusi artinya proses yang menunjukkan penyaluran barang dari produsen sampai ke tangan masyarakat konsumen. Produsen artinya orang yang melakukan kegiatan produksi. Konsumen artinya orang yang menggunakan atau memakai barang/jasa dan orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani kegiatan produksi dan konsumsi. Berkat distribusi barang dan jasa dapat sampai ke tangan konsumen. Dengan demikian kegunaan dari barang dan jasa akan lebih meningkat setelah dapat dikonsumsi.
Dari apa yang baru saja diuraikan, tampaklah bahwa distribusi turut serta meningkatkan kegunaan menurut tempatnya (place utility) dan menurut waktunya (time utility).
2. Fungsi Distribusi
Distribusi sangat dibutuhkan oleh konsumen untuk memperoleh barang-barang yang dihasilkan oleh produsen, apalagi bila produksinya jauh. Anda dapat melihat barang yang tidak dihasilkan di daerah Anda tapi sekarang ada di tempat tinggal Anda.
Ada pun kegiatan yang termasuk fungsi distribusi terbagi secara garis besar menjadi dua.
a. Fungsi Distribusi Pokok
Yang dimaksud dengan fungsi pokok adalah tugas-tugas yang mau tidak mau harus
dilaksanakan. Dalam hal ini fungsi pokok distribusi meliputi:
- Pengangkutan (Transportasi)
Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat tinggal konsumen, perbedaan tempat ini harus diatasi dengan kegiatan pengangkutan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin majunya teknologi, kebutuhan manusia semakin banyak. Hal ini mengakibatkan barang yang disalurkan semakin besar, sehingga membutuhkan alat transportasi (pengangkutan). - Penjualan (Selling)
Di dalam pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut. - Pembelian (Buying)
Setiap ada penjualan berarti ada pula kegiatan pembelian. Jika penjualan barang dilakukan oleh produsen, maka pembelian dilakukan oleh orang yang membutuhkan barang tersebut. - Penyimpanan (Stooring)
Sebelum barang-barang disalurkan pada konsumen biasanya disimpan terlebih dahulu. Dalam menjamin kesinambungan, keselamatan dan keutuhan barangbarang, perlu adanya penyimpanan (pergudangan). Contoh, Anda bisa lihat mengapa orangtua kita ada yang membuat lumbung padi? - Pembakuan Standar Kualitas Barang
Dalam setiap transaksi jual-beli, banyak penjual maupun pembeli selalu menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis dan ukuran barang yang akan diperjualbelikan. Oleh karena itu perlu adanya pembakuan standar baik jenis, ukuran, maupun kualitas barang yang akan diperjualbelikan tersebut. Pembakuan (standardisasi) barang ini dimaksudkan agar barang yang akan dipasarkan atau disalurkan sesuai dengan harapan. - Penanggung Resiko
b. Fungsi Tambahan
Distribusi mempunyai fungsi tambahan yang hanya diberlakukan pada distribusi barang-barang tertentu. Fungsi tambahan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.
- Menyeleksi
Kegiatan ini biasanya diperlukan untuk distribusi hasil pertanian dan produksi yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha. Misalnya produksi tembakau perlu diseleksi berdasarkan mutu/standar yang biasa berlaku, produksi buah-buahan diseleksi berdasarkan ukuran besarnya. - Mengepak/Mengemas
Untuk menghindari adanya kerusakan atau hilang dalam pendistribusian, maka barang harus dikemas dengan baik. Misalnya buah-buahan atau sayuran, baju, TV. - Memberi Informasi
Untuk memberi kepuasan yang maksimal kepada konsumen, produsen perlu memberi informasi secukupnya kepada perwakilan daerah atau kepada konsumen yang dianggap perlu informasi. Informasi yang paling tepat bisa melalui iklan.
3. Sistem Distribusi
Pengertian sistem distribusi adalah pengaturan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sistem distribusi dapat dibedakan menjadi:
a. Sistem distribusi jalan pendek atau langsung
Adalah sistem distribusi yang tidak menggunakan saluran distribusi. Contoh distribusi sistem ini adalah penyaluran hasil pertanian oleh petani ke pasar langsung.
Bagan sistem distribusi ini sebagai berikut.
Adalah sistem distribusi yang menggunakan saluran distribusi dalam kegiatan distribusinya biasanya melalui agen. Contoh: motor, mobil, TV.
Bagan sistem distribusi tidak langsung.
Pengertian dari saluran distribusi atau perantara distribusi adalah sebagai orang atau lembaga yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen sampai ke tangan konsumen dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.
Saluran distribusi dapat kita bedakan menjadi dua golongan lembaga distribusi, yaitu pedagang dan perantara khusus.
a. Pedagang
Pengertian pedagang adalah seseorang atau lembaga yang membeli dan menjual barang kembali tanpa merubah bentuk dan tanggungjawab sendiri dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.
Pedagang dibedakan menjadi:
- Pedagang Besar (Grosir atau Wholesaler) adalah pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali kepada pedagang yang lain. Pedagang besar selalu membeli dan menjual barang dalam partai besar.
- Pedagang Eceran (Retailer) adalah pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali langsung kepada konsumen. Untuk membeli biasa partai besar, tetapi menjualnya biasanya dalam partai kecil atau per-satuan.
Sama halnya dengan pedagang, kegiatan perantara khusus juga menyalurkan barang dari produsen sampai ke tangan konsumen. Bedanya perantara khusus tidak bertanggungjawab penuh atas barang yang tidak laku terjual. Perantara khusus meliputi:
- Agen (Dealer) adalah perantara pemasaran atas nama perusahaan. Menjualkan barang hasil produksi perusahaan tersebut di suatu daerah tertentu. Balas jasa yang diterima berupa pengurangan harga dan komisi.
- Broker (Makelar) adalahperantara pemasaran yang kegiatannya mempertemukan penjual dan pembeli untuk melaksanakan kontrak atau transaksi jual beli. Balas jasa yang diterima disebut kurtasi atau provisi.
- Komisioner adalah perantara pembelian dan penjualan atas nama dirinya sendiri dan bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Balas jasa yang diterima disebut komisi.
- Eksportir adalah pedagang yang melakukan aktivitasnya dengan menyalurkan barang ke luar negeri.
- Importir adalah pedagang yang melakukan aktivitasnya dengan menyalurkan barang dari luar negeri ke dalam negeri.
Pada bahasan terakhir ini akan dibahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan distribusi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan distribusi meliputi:
- Faktor Pasar
Dalam lingkup faktor ini, saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, yaitu jumlah konsumen, letak geografis konsumen, jumlah pesanan dan kebiasaan dalam pembelian. - Faktor Barang
Pertimbangan dari segi barang bersangkut-paut dengan nilai unit, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang, standar barang dan pengemasan. - Faktor Perusahaan
Pertimbangan yang diperlukan di sini adalah sumber dana, pengalaman dan kemampuan manajemen serta pengawasan dan pelayanan yang diberikan. - Faktor Kebiasaan dalam Pembelian
Pertimbangan yang diperlukan dalam kebiasaan pembelian adalah kegunaan perantara, sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, volume penjualan dan ongkos penyaluran barang.
http://balaipustaka.wordpress.com/2009/03/15/pengertian-distribusi/
Definisi/Pengertian Saluran Distribusi & Jenis/Macam Jalur Distribusi Barang Dan Jasa
Distribusi memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Dengan adanya saluran distribusi yang baik dapat menjamin ketersediaan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. Tanpa ada distribusi produsen akan kesulitan untuk memasarkan produknya dan konsumen pun harus bersusah payah mengejar produsen untuk dapat menikmati produknya.
Saluran Distribusi adalah suatu jalur perantara pemasaran baik transportasi maupun penyimpanan suatu produk barang dan jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Saluran distibusi dipengaruhi faktor
Di antara pihak produsen dan konsumen terdapat perantara pemasaran yaitu wholesaler (distributor/agen) yang melayani pembeli retailer (peritel) dan juga retailer (peritel) yang mengecerkan produk kepada konsumen akhir.
Jenis-Jenis / Macam-Macam Saluran Distribusi Barang dan Jasa :
1. Produsen ---> Konsumen (Umumnya Jasa)
Contoh : Bengkel, Rumah Makan, Pangkas Rambut, Salon, Panti Pijit, Dsb
2. Produsen ---> Retailer ---> Konsumen
Contoh : Koran, Es Krim, Dll
3. Produsen ---> Wholesaler ---> Retailer ---> Konsumen
Contoh : Mie Instan, Beras, Sayur-Mayur, Minuman Dalam Kemasan, dll
4. Produsen ---> Agen ---> Wholesaler ---> Retailer ---> Konsumen
Contoh : Barang Impor
5. Produsen ---> Industri (Produsen)
Contoh : Pabrik mie telor menjual produknya ke pedagang mie ayam gerobak keliling.
6. Produsen ---> Wholesaler ---> Industri (Produsen)
Contoh : Suatu distributor membeli mesin berat dari luar negeri untuk dijual ke pabrik-pabrik di dalam negeri.
http://organisasi.org/definisi-pengertian-saluran-distribusi-jenis-macam-jalur-distribusi-barang-dan-jasa
Saluran Distribusi adalah suatu jalur perantara pemasaran baik transportasi maupun penyimpanan suatu produk barang dan jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Saluran distibusi dipengaruhi faktor
Di antara pihak produsen dan konsumen terdapat perantara pemasaran yaitu wholesaler (distributor/agen) yang melayani pembeli retailer (peritel) dan juga retailer (peritel) yang mengecerkan produk kepada konsumen akhir.
Jenis-Jenis / Macam-Macam Saluran Distribusi Barang dan Jasa :
1. Produsen ---> Konsumen (Umumnya Jasa)
Contoh : Bengkel, Rumah Makan, Pangkas Rambut, Salon, Panti Pijit, Dsb
2. Produsen ---> Retailer ---> Konsumen
Contoh : Koran, Es Krim, Dll
3. Produsen ---> Wholesaler ---> Retailer ---> Konsumen
Contoh : Mie Instan, Beras, Sayur-Mayur, Minuman Dalam Kemasan, dll
4. Produsen ---> Agen ---> Wholesaler ---> Retailer ---> Konsumen
Contoh : Barang Impor
5. Produsen ---> Industri (Produsen)
Contoh : Pabrik mie telor menjual produknya ke pedagang mie ayam gerobak keliling.
6. Produsen ---> Wholesaler ---> Industri (Produsen)
Contoh : Suatu distributor membeli mesin berat dari luar negeri untuk dijual ke pabrik-pabrik di dalam negeri.
http://organisasi.org/definisi-pengertian-saluran-distribusi-jenis-macam-jalur-distribusi-barang-dan-jasa
Distribusi barang diwaspadai
JAKARTA Pemerintah akan mewaspadai distribusi barang kebutuhan pokok menjelang bulan puasa dan Lebaran untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan stok selama periode tersebut.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan dari segi stok dan harga bahan pokok, sejauh ini masih dalam keadaan cukup dan relatif stabil. Harga beberapa komoditas yang sempat mengalami kenaikan perlahan-lahan mulai turun.
"Beberapa hari ini kita tidak mendeteksi kenaikan. Yang perlu kita waspadai hanya distribusi saja yang bisa terganggu karena cuaca. Ini yang harus dikoordinasi dengan baik dari segi transportasi dengan Kementerian Perhubungan dan pemda," kata Mari di sela-sela peresmian pasar murah di lingkungan Kementerian Perdagangan, kemarin.
Menurut Mari, kondisi cuaca saat ini bisa berpengaruh terhadap distribusi sejumlah barang kebutuhan pokok. Oleh karena itu, untuk beberapa barang komoditas yang bisa distok dalam periode tertentu, telah diantisipasi pengirimannya lebih awal supaya tidak terjadi kekurangan pada saat bulan puasa dan lebaran.
Direktur Bina Pasar dan Distribusi Ditjen Perdagangan Dalam
Cuaca bisa pengaruhi pasok barang kebutuhan pokok
Negeri Kementerian Perdagangan Jimmy Bella mengatakan wilayah yang kemungkinan terganggu distribusinya adalah Indonesia bagian timur.
Menurut dia, barang kebutuhan pokok untuk wilayah itu biasanya di pasok dari Surabaya dan Makasar, sehingga harus diantisipasi dari jauh-jauh hari untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman dan kenaikan ongkos angkut yang tinggi.
Jimmy mengatakan pengiriman barang-barang ke daerah sudah dilakukan 1 bulan sebelum puasa, sehingga pada saat puasa, barang-barang itu sudah mulai terdistribusikan. "Untuk produk segar sebenarnya tidak adamasalah karena rata-rata semua daerah memproduksinya kecuali Jakarta yang memang dipasok dari daerah-daerah," katanya.
Untuk harga komoditas beras dan cabai, kata Mari, sudah mulai menunjukkan kestabilan di pasaran. Meski masih mengalami naik turun harga, harga komoditas cabai dinilai tidak melonjak drastis seperti pada Mei dan Juni.
Adapun, harga beras mulai stabil seiring dengan masuknya masa panen. "Kenaikan harga untuk beras memang terjadi pada Juni dan Juli. Namun, kita lihat sekarang sudah masuk masa panen, jadi seharusnya harganya sudah mulai turun. Apalagi kitasudah melakukan langkah-langkah operasi pasar (OP) dan meningkatkan jumlah raskin yang dibagikan," jelasnya.
Dia mengakui efektivitas pelaksanaan OP di pasaran terhadap penurunan harga komoditas itu memang belum begitu terlihat, tetapi sampai saat ini pelaksanaan OP itu mampu meredam kenaikan harga lebih tinggi.
"Ini kan baru mulai. Jadi minimal yang terlihat sampai saat ini belum terdeteksi kenaikan lebih lanjut."
Mari berharap OP juga akan mengintensifkan penyaluran raskin agar lebih banyak. Apalagi Bulog akan melakukan OP beras medium di luar OP biasa. "Lang-kah-langkah itu saya kira akan menahan kenaikan harga beras di pasaran."
Pasokan daging
Sementara itu, terkait dengan pasokan daging sapi, Mari mengakui stok untuk bulan puasa dan Lebaran lebih dari cukup. Kendati demikian, pemerintah akan tetap memastikan stok sampai akhir tahun, agar pasokan daging sapi yang dilepas ke pasaran saat ini tetap mempertimbangkan dengan kebutuhan sampai akhir tahun.
Pemerintah, kata dia, juga akan memastikan impor daging dan impor sapi bakalan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun, tidak hanya pada masa puasa dan Lebaran. "Yang harus dipastikan supaya stok sampai akhir tahun cukup sehingga mereka punya perencanaan dan bisa merencanakan dengan baik," katanya.
Sementara untuk daging ayam, kenaikan harga saat ini ditengarai karena belum memasuki masa panen, sehingga pasokannya di pasaran masih terbatas.
"Panen akan terjadi pada Agustus. Jadi diperkirakan dengan mulai panen ayam, harga juga akan kembali stabil," tuturnya.
Lonjakan harga ayam saat ini, lanjut Mari, biasa terjadi pada saat menjelang hari pertama puasa, tetapi akan kembali turun setelah itu dan akan mengalami kenaikan lagi menjelang Lebaran. "Polanya memang seperti itu di mana ada kenaikan 5-10%."
http://bataviase.co.id/node/335347
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan dari segi stok dan harga bahan pokok, sejauh ini masih dalam keadaan cukup dan relatif stabil. Harga beberapa komoditas yang sempat mengalami kenaikan perlahan-lahan mulai turun.
"Beberapa hari ini kita tidak mendeteksi kenaikan. Yang perlu kita waspadai hanya distribusi saja yang bisa terganggu karena cuaca. Ini yang harus dikoordinasi dengan baik dari segi transportasi dengan Kementerian Perhubungan dan pemda," kata Mari di sela-sela peresmian pasar murah di lingkungan Kementerian Perdagangan, kemarin.
Menurut Mari, kondisi cuaca saat ini bisa berpengaruh terhadap distribusi sejumlah barang kebutuhan pokok. Oleh karena itu, untuk beberapa barang komoditas yang bisa distok dalam periode tertentu, telah diantisipasi pengirimannya lebih awal supaya tidak terjadi kekurangan pada saat bulan puasa dan lebaran.
Direktur Bina Pasar dan Distribusi Ditjen Perdagangan Dalam
Cuaca bisa pengaruhi pasok barang kebutuhan pokok
Negeri Kementerian Perdagangan Jimmy Bella mengatakan wilayah yang kemungkinan terganggu distribusinya adalah Indonesia bagian timur.
Menurut dia, barang kebutuhan pokok untuk wilayah itu biasanya di pasok dari Surabaya dan Makasar, sehingga harus diantisipasi dari jauh-jauh hari untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman dan kenaikan ongkos angkut yang tinggi.
Jimmy mengatakan pengiriman barang-barang ke daerah sudah dilakukan 1 bulan sebelum puasa, sehingga pada saat puasa, barang-barang itu sudah mulai terdistribusikan. "Untuk produk segar sebenarnya tidak adamasalah karena rata-rata semua daerah memproduksinya kecuali Jakarta yang memang dipasok dari daerah-daerah," katanya.
Untuk harga komoditas beras dan cabai, kata Mari, sudah mulai menunjukkan kestabilan di pasaran. Meski masih mengalami naik turun harga, harga komoditas cabai dinilai tidak melonjak drastis seperti pada Mei dan Juni.
Adapun, harga beras mulai stabil seiring dengan masuknya masa panen. "Kenaikan harga untuk beras memang terjadi pada Juni dan Juli. Namun, kita lihat sekarang sudah masuk masa panen, jadi seharusnya harganya sudah mulai turun. Apalagi kitasudah melakukan langkah-langkah operasi pasar (OP) dan meningkatkan jumlah raskin yang dibagikan," jelasnya.
Dia mengakui efektivitas pelaksanaan OP di pasaran terhadap penurunan harga komoditas itu memang belum begitu terlihat, tetapi sampai saat ini pelaksanaan OP itu mampu meredam kenaikan harga lebih tinggi.
"Ini kan baru mulai. Jadi minimal yang terlihat sampai saat ini belum terdeteksi kenaikan lebih lanjut."
Mari berharap OP juga akan mengintensifkan penyaluran raskin agar lebih banyak. Apalagi Bulog akan melakukan OP beras medium di luar OP biasa. "Lang-kah-langkah itu saya kira akan menahan kenaikan harga beras di pasaran."
Pasokan daging
Sementara itu, terkait dengan pasokan daging sapi, Mari mengakui stok untuk bulan puasa dan Lebaran lebih dari cukup. Kendati demikian, pemerintah akan tetap memastikan stok sampai akhir tahun, agar pasokan daging sapi yang dilepas ke pasaran saat ini tetap mempertimbangkan dengan kebutuhan sampai akhir tahun.
Pemerintah, kata dia, juga akan memastikan impor daging dan impor sapi bakalan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun, tidak hanya pada masa puasa dan Lebaran. "Yang harus dipastikan supaya stok sampai akhir tahun cukup sehingga mereka punya perencanaan dan bisa merencanakan dengan baik," katanya.
Sementara untuk daging ayam, kenaikan harga saat ini ditengarai karena belum memasuki masa panen, sehingga pasokannya di pasaran masih terbatas.
"Panen akan terjadi pada Agustus. Jadi diperkirakan dengan mulai panen ayam, harga juga akan kembali stabil," tuturnya.
Lonjakan harga ayam saat ini, lanjut Mari, biasa terjadi pada saat menjelang hari pertama puasa, tetapi akan kembali turun setelah itu dan akan mengalami kenaikan lagi menjelang Lebaran. "Polanya memang seperti itu di mana ada kenaikan 5-10%."
http://bataviase.co.id/node/335347
APEC: Pangkas Hambatan Distribusi Barang
SINGAPURA, KOMPAS.com - Dalam setahun terakhir ini, salah satu fokus utama kebijakan para pemimpin 21 negara anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) adalah memastikan agar rantai distribusi barang lancar.
Oleh Administrator, 11 November 2009
SINGAPURA, KOMPAS.com - Dalam setahun terakhir ini, salah satu fokus utama kebijakan para pemimpin 21 negara anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) adalah memastikan agar rantai distribusi barang lancar.
Sebab, setiap peningkatan efisiensi sebesar 10 persen pada distribusi barang dan jasa dapat menaikkan nominal produk domestik bruto atau PDB APEC sebesar 21 miliar dollar AS per tahun.
Demikian diungkapkan Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Singapura, Teo Chee Hean dalam Gala Dinner khusus untuk Dewan Penasihat APEC (ABAC) di Singapura, Selasa (10/11) malam.
Menurut Hean, salah satu faktor yang bisa mendorong daya saing bisnis adalah kaitan dalam rantai distribusi, yang merupakan urat nadi sistem perdagangan global. Hitungan waktu dan konektivitas jejaring logistik dan transportasi, baik melalui darat, laut, maupun udara, merupakan hal mendasar dalam distribusi barang dan jasa.
Membuat rantai pasokan regional yang mudah dan lebih efisien dapat menolong pelaku bisnis untuk terus berkembang di kawasan Asia Pasifik. APEC telah mengembangkan Inisiatif Konektivitas Rantai Pasokan yang akan menunjukkan berbagai titik kritis pada jaringan antar negara, seperti masalah pada prosedur kepabeanan dan infrastruktur pelabuhan yang tidak nyaman. "Dengan demikian, pekerjaan selanjutnya adalah bagaimana membongkar hambatan-hambatan itu," ungkap Hean.
http://pengusaha.co.id/berita/apec_pangkas_hambatan_distribusi_barang
Sebab, setiap peningkatan efisiensi sebesar 10 persen pada distribusi barang dan jasa dapat menaikkan nominal produk domestik bruto atau PDB APEC sebesar 21 miliar dollar AS per tahun.
Demikian diungkapkan Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Singapura, Teo Chee Hean dalam Gala Dinner khusus untuk Dewan Penasihat APEC (ABAC) di Singapura, Selasa (10/11) malam.
Menurut Hean, salah satu faktor yang bisa mendorong daya saing bisnis adalah kaitan dalam rantai distribusi, yang merupakan urat nadi sistem perdagangan global. Hitungan waktu dan konektivitas jejaring logistik dan transportasi, baik melalui darat, laut, maupun udara, merupakan hal mendasar dalam distribusi barang dan jasa.
Membuat rantai pasokan regional yang mudah dan lebih efisien dapat menolong pelaku bisnis untuk terus berkembang di kawasan Asia Pasifik. APEC telah mengembangkan Inisiatif Konektivitas Rantai Pasokan yang akan menunjukkan berbagai titik kritis pada jaringan antar negara, seperti masalah pada prosedur kepabeanan dan infrastruktur pelabuhan yang tidak nyaman. "Dengan demikian, pekerjaan selanjutnya adalah bagaimana membongkar hambatan-hambatan itu," ungkap Hean.
http://pengusaha.co.id/berita/apec_pangkas_hambatan_distribusi_barang
Langganan:
Postingan (Atom)